Pengertian NFS Server
By : datz
B butuh software khusus, misalnya di Windows butuh NFS client. Pengertian NFS populer di kalangan Unix, untuk istilah NFS di Windows lebih dikenal dengan nama CIFS atau Common Internet File System, kalau kita share di Windows, protokol yang digunakan ya ini CIFS.
Pengertian dari SSH Server pada Linux
By : datz
SSH merupakan singkatan dari Secure Shell yang merupakan suatu aplikasi pengganti remote login,tak jauh berbeda dengan Rsh dan rlogin, dan merupakan suatu protocol jaringan,dengan adanya SSh ini kita dapat menukarkan data melalui saluran yang aman antara dua perangkat jaringan,protocol jaringan ini sering digunakan pada sistem operasi linux dan Protokol yang diciptakan oleh Tatu Ylönen, seorang peneliti di Helsinki University of Technology, Finlandia dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote tak aman lainnya, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks sederhana yang membuatnya mudah untuk dicegat. Enkripsi yang digunakan oleh SSH menyediakan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman seperti Internet.
Anti Virus yang dapat berjalan di Linux Ubuntu Desktop
By : datzMembuat firewall di Ubuntu server
By : datzSetelah kita mempelajari pengertian dan cara kerja dari Firewall Server itu sendiri melalui artikel Pengertian Firewall Server. Sekarang kita akan mengetahui bagaimana cara melakukan konfigurasi Firewall Server tersebut. Berikut konfigurasinya :
Pada kesempatan kali ini kita akan melakukan beberapa konfigurasi untuk memblokir paket-paket data, diantaranya :
1. Blokir paket data yang masuk
2. Blokir paket data yang keluar
3. Blokir paket data dari port protocol
4. Allow paket data dari port protocol
Blokir Paket Data yang Masuk
Konfigurasi ini berguna untuk memfilter paket data yang masuk kedalam jaringan/server. Jadi dengan ini ip address/subnet/interface yang diblikir tidak akan bisa melakukan komunikasi terhadap jaringan/server yang ada.
a) Blok ip address yang masuk
b) Blok Subnet yang masuk
c) Blok Interface yang masuk
Hasil dari konfigurasi di atas :
Dari computer client, si client tidak bisa melakukan ping menuju server.
Blokir Paket Data yang Keluar
Konfigurasi ini berguna untuk memfilter paket data yang keluar dari dalam jaringan/server yang kita miliki.
a) Blokir Ip yang akan keluar
b) Blokir Subnet yang akan keluar
c) Blokir interface yang akan keluar
Hasil dari konfigurasi di atas :
Server tidak bisa melakukan komunikasi terhadap computer client
Blokir Paket Data dari Port Protokol Tertentu
pada pembahasan ini, kita akan mengkonfigurasikan memfilter paket data dengan menggunakan port protocol tertentu. Sebelum itu ada baiknya kita mengatahui nama dan nomor port protocol apa saja yang sering digunakan, berikut nama dan nomor portnya :
- FTP (21)
- SSH (22)
- Telnet (23)
- SMTP (25)
- DNS (53)
- TFTP (69)
- HTTP (80)
- POP3 (110)
- IMAP (143)
- HTTPS (443)
Untuk contoh, saya akan melakukan pemblokiran terhadap paket HTTP supaya tidak bisa di akses, berikut contohnya :
1. Blok port yang masuk
2. Blok subnet
Hasil dari konfigurasi diatas :
Terlihat diatas computer client tidak bisa mengakses website www.snsd.com.
Allow Paket Data dari Port Protokol Tertentu
Setalah diatas kita mengkonfigurasikan supaya tidak bisa mengakses port HTTP. Sekarang kita akan mencoba mengkonfigurasi supaya hanya ip address dan interface tertentu saja yang bisa mengakses port HTTP.
1. Allow ip address
2. Allow interface
Hasil dari konfigurasi di atas :
Computer client sudah bisa mengakses website www.snsd.com
Menghapus Konfigurasi Firewall
Untuk menghapus konfigurasi diatas, bisa menggunakan perintah berikut :
Menyimpan Konfigurasi Firewall
Salah satu kelemahan iptables adalah ketika computer/server dimatikan/direstart maka semua konfigurasi yang telah ktra buat akan hilang semua. Tentu ini akan membuat kita bekerja 2 kali untuk mengkonfigurasi firewall. Untuk menyimpan konfigurasi supaya tidak hilang bisa menggunakan perintah berikut :
Pada kesempatan kali ini kita akan melakukan beberapa konfigurasi untuk memblokir paket-paket data, diantaranya :
1. Blokir paket data yang masuk
2. Blokir paket data yang keluar
3. Blokir paket data dari port protocol
4. Allow paket data dari port protocol
Blokir Paket Data yang Masuk
Konfigurasi ini berguna untuk memfilter paket data yang masuk kedalam jaringan/server. Jadi dengan ini ip address/subnet/interface yang diblikir tidak akan bisa melakukan komunikasi terhadap jaringan/server yang ada.
a) Blok ip address yang masuk
b) Blok Subnet yang masuk
c) Blok Interface yang masuk
Hasil dari konfigurasi di atas :

Dari computer client, si client tidak bisa melakukan ping menuju server.
Blokir Paket Data yang Keluar
Konfigurasi ini berguna untuk memfilter paket data yang keluar dari dalam jaringan/server yang kita miliki.
a) Blokir Ip yang akan keluar
b) Blokir Subnet yang akan keluar
c) Blokir interface yang akan keluar
Hasil dari konfigurasi di atas :

Server tidak bisa melakukan komunikasi terhadap computer client
Blokir Paket Data dari Port Protokol Tertentu
pada pembahasan ini, kita akan mengkonfigurasikan memfilter paket data dengan menggunakan port protocol tertentu. Sebelum itu ada baiknya kita mengatahui nama dan nomor port protocol apa saja yang sering digunakan, berikut nama dan nomor portnya :
- FTP (21)
- SSH (22)
- Telnet (23)
- SMTP (25)
- DNS (53)
- TFTP (69)
- HTTP (80)
- POP3 (110)
- IMAP (143)
- HTTPS (443)
Untuk contoh, saya akan melakukan pemblokiran terhadap paket HTTP supaya tidak bisa di akses, berikut contohnya :
1. Blok port yang masuk
2. Blok subnet
Hasil dari konfigurasi diatas :

Terlihat diatas computer client tidak bisa mengakses website www.snsd.com.
Allow Paket Data dari Port Protokol Tertentu
Setalah diatas kita mengkonfigurasikan supaya tidak bisa mengakses port HTTP. Sekarang kita akan mencoba mengkonfigurasi supaya hanya ip address dan interface tertentu saja yang bisa mengakses port HTTP.
1. Allow ip address
2. Allow interface
Hasil dari konfigurasi di atas :

Computer client sudah bisa mengakses website www.snsd.com
Menghapus Konfigurasi Firewall
Untuk menghapus konfigurasi diatas, bisa menggunakan perintah berikut :

Menyimpan Konfigurasi Firewall
Salah satu kelemahan iptables adalah ketika computer/server dimatikan/direstart maka semua konfigurasi yang telah ktra buat akan hilang semua. Tentu ini akan membuat kita bekerja 2 kali untuk mengkonfigurasi firewall. Untuk menyimpan konfigurasi supaya tidak hilang bisa menggunakan perintah berikut :
Bedanya antara e-mail client dengan e-mail server
By : datz
Web Email
Untik
kali ini saya akan membahas tentang web based email atau yang lebih
sering kita sebut webmail .Webmail adalah layanan email yang menggunakan
web browser (Internet Explorer, FireFox, Opera, dll) sebagai sebagai email client nya. Protokol yang digunakan sama dengan web yaitu protokol http ( hyper text transfer protol ) .

Dari pada email lainnya webmail memliki kelebihan antara lain :
- Bisa dibuka di komputer yang berbeda secara langsung tanpa harus mensetting ulang layanan asalkan memiliki akses internet .
- Tidak perlu memliki emai client karena dapat berinteraksi dari situs tersebut langsung .
webamail juga memiiki beberapa kekurangan , antara lain adalah :
- karena biasanya email-email yang ada selalu menggunakan domain penyedia (nama@domain.com), maka banyak juga iklan-iklan yang sebetulnya tidak diperlukan juga tertampil sehingga proses baca email anda disamping terganggu iklan, juga menjadi lebih lambat
- Jika server memiiki masalah bukan tidak mungkin akun akan hilang
- Email sulit diarsipkan karena tersimpan di server penyedia ayanan email .
Email Client

Sekarang
yang ingin saya bicarakan adaah tentang email client , mungkin sebagian
besar dari kalian sudah mengetahuinya . Tetapi untuk yang kurang tahu
saya akan menjelaskan tentang pengertian serta kelabihan dan kekurangan
email yang satu ini .Untuk lebih lanjut silahkan baca.
Sebuah perangkat lunak e-mail client, kadang kala di sebut sebagai Mail User Agent (MUA) , juga kadang di sebut sebagai pembaca email adalah perangkat lunak di komputer yang digunakan untuk mengelola email.
Kadang kala, istilah email client juga digunakan untuk mengacu pada agen yang bekerja sebagai client terhadap sebuah email server, dapat berupa MUA, kadang kala berupa server untuk relay e-mail, atau manusia yang menulis langsung menggunakan terminal dan program telnet. Kadang kala, aplikasi Web yang mempunyai fungsi yang relevan dengan email sering kali di anggap sebagai e-mail client juga.
Keunggulannya yakni dapat menghemat koneksi internet. Anda cukup terkoneksi ketika melakukan Send and Receive. Setelah itu, Anda bisa membaca dan menulis email secara offline. Keunggulan lainnya, proses pembacaan pesan sangatlah gampang. Anda tinggal mengklik subject sebuah pesan, lalu dalam sekejap Anda akan bisa membacanya. Bahkan hampir semua program e-mail client memiliki fasilitas Auto Preview, yang membuat proses pembacaan e-mail menjadi lebih mudah. Anda juga tak perlu khawatir soal kuota, karena pesan-pesan e-mail Anda telah berpindah dari mail server ke komputer pribadi Anda. Sedangkan kelemahan utama e-mail client adalah keterbatasannya dalam mengakses pesan e-mail Anda. Anda hanya bisa mengakses e-mail Anda dari komputer pribadi Anda, tidak bisa dari komputer tetangga, warnet, apalagi dari luar negeri. Selain itu, apabila Anda kurang hati-hati, pesan-pesan rahasia di inbox Anda bisa dibaca oleh orang lain dengan gampang. Memang, ada fasilitas Identity seperti di Outlook Express yang sanggup melindungi Anda dari kemungkinan terbacanya e-mail Anda oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Namun tidak semua e-mail client memiliki fasilitas Identity. Kalaupun ada, tidak semua orang menggunakannya, mungkin karena tidak tahu, atau merasa tidak perlu.
Sebuah perangkat lunak e-mail client, kadang kala di sebut sebagai Mail User Agent (MUA) , juga kadang di sebut sebagai pembaca email adalah perangkat lunak di komputer yang digunakan untuk mengelola email.
Kadang kala, istilah email client juga digunakan untuk mengacu pada agen yang bekerja sebagai client terhadap sebuah email server, dapat berupa MUA, kadang kala berupa server untuk relay e-mail, atau manusia yang menulis langsung menggunakan terminal dan program telnet. Kadang kala, aplikasi Web yang mempunyai fungsi yang relevan dengan email sering kali di anggap sebagai e-mail client juga.
Keunggulannya yakni dapat menghemat koneksi internet. Anda cukup terkoneksi ketika melakukan Send and Receive. Setelah itu, Anda bisa membaca dan menulis email secara offline. Keunggulan lainnya, proses pembacaan pesan sangatlah gampang. Anda tinggal mengklik subject sebuah pesan, lalu dalam sekejap Anda akan bisa membacanya. Bahkan hampir semua program e-mail client memiliki fasilitas Auto Preview, yang membuat proses pembacaan e-mail menjadi lebih mudah. Anda juga tak perlu khawatir soal kuota, karena pesan-pesan e-mail Anda telah berpindah dari mail server ke komputer pribadi Anda. Sedangkan kelemahan utama e-mail client adalah keterbatasannya dalam mengakses pesan e-mail Anda. Anda hanya bisa mengakses e-mail Anda dari komputer pribadi Anda, tidak bisa dari komputer tetangga, warnet, apalagi dari luar negeri. Selain itu, apabila Anda kurang hati-hati, pesan-pesan rahasia di inbox Anda bisa dibaca oleh orang lain dengan gampang. Memang, ada fasilitas Identity seperti di Outlook Express yang sanggup melindungi Anda dari kemungkinan terbacanya e-mail Anda oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Namun tidak semua e-mail client memiliki fasilitas Identity. Kalaupun ada, tidak semua orang menggunakannya, mungkin karena tidak tahu, atau merasa tidak perlu.
Cara Management DHCP pada Ubuntu Server
By : datzLangkah Pertama, buka Terminal lalu ketik :
selanjutnya, pastikan file DHCP-Server di letakkan di Desktop, install file DHCP dengan cara masuk ke direktory, caranya sebagai berikut :
Tunggu sampai proses install DHCP-Server selesai, di bawah ini adalah gambar yang menandakan proses install telah selesai :
Langkah Kedua, jika langkah pertama sudah dilakukan, selanjutnya melakukan pengeditan dan menambahkan pada file "dhcpd.conf" agar berfungsi sebagai server dhcp, ketik di Terminal :
selanjutnya ketik seperti gambar di bawah ini :
lalu Simpan.
Langkah Ketiga, menentukan interface yang digunakan untuk dhcp-server, caranya ketik di Terminal :
selanjutnya tambahkan interfaces="eth1", untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini :
lalu simpan.
Langkah Keempat, merestart sevice dhcp-server, ketik di Terminal :
Langkah Kelima, kofigurasi client DHCP
# sudo su
selanjutnya, pastikan file DHCP-Server di letakkan di Desktop, install file DHCP dengan cara masuk ke direktory, caranya sebagai berikut :
# cd Desktop/
# cd DHCP3-Server
# dpkg -i *.deb
Tunggu sampai proses install DHCP-Server selesai, di bawah ini adalah gambar yang menandakan proses install telah selesai :

Langkah Kedua, jika langkah pertama sudah dilakukan, selanjutnya melakukan pengeditan dan menambahkan pada file "dhcpd.conf" agar berfungsi sebagai server dhcp, ketik di Terminal :
# cd /etc/dhcp3
# gedit dhcpd.conf
selanjutnya ketik seperti gambar di bawah ini :

lalu Simpan.
Langkah Ketiga, menentukan interface yang digunakan untuk dhcp-server, caranya ketik di Terminal :
# gedit /etc/default/dhcp3-server
selanjutnya tambahkan interfaces="eth1", untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini :

lalu simpan.
Langkah Keempat, merestart sevice dhcp-server, ketik di Terminal :
# /etc/init.d/dhcp3-server restart
Langkah Kelima, kofigurasi client DHCP
- Buka Windows, klik Control Panel.

- Klik Network and Internet Connections

- Klik Network Connections.

- Lalu klik kanan Icon Local Area Connections, pilih Properties.

- Pilih Internet Protocol (TCP/IP), lalu klik Properties.

- Pada Tab General, pilih Obtain an IP address automatically dan Obtain DNS server address automatically, lalu OK.

- Di bawah ini adalah gambar bahwa client server sudah di konfigurasi, lihat pada Network Connections Details :







sudah lihat yang ini (klik aja)?